Kurang lebih hampir sepekan ini maskapai penerbangan Adam Air menghiasi berita di televisi. Penghentian sementara operasional maskapai penerbangan ini berimbas terhadap nasib para calon penumpang dan karyawan Adam Air. Para calon penumpang yang telah mengantongi tiket penerbangan ke berbagai jurusan terpaksa harus kecewa setelah mengetahui tidak ada pesawat Adam Air yang terbang. Sedangkan untuk karyawan Adam Air yang berjumlah sekitar 3000 orang sampai sekarang masih menunggu kejelasan nasib mereka.

Sebagian besar para karyawan Adam Air tentu tidak menyangka bahwa perusahaan tempat kerjanya tersebut harus menghentikan kegiatan operasionalnya karena masalah finansial. Siapa yang menyangka perusahaan yang pernah memperoleh penghargaan dari Pusat Penerbangan Asia Pasifik (CAPA-Centre for Asia Pasific Aviation ) pada tahun 2006 sebagai perusahaan penerbangan baru yang dinilai baik dalam pengelolaannya termasuk dalam melakukan efisiensi sehingga dapat meningkatkan pendapatan perusahaan itu ternyata kini malah menghadapi masalah finansial.
Pelajaran yang bisa kita (terutama penulis) ambil dari kasus Adam Air adalah, sebagai karyawan kita tidak akan pernah tahu nasib kita di masa depan. Karena itu, mulailah rencanakan hidup anda mulai sekarang juga. Gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan.

